1 Februari 2023

Berpisah Sementara untuk Kembali Berjumpa



Saat tiba waktunya berpisah denganmu, tak pernah tidak menyisakan air mata dan sesak di dada. Berat, dan ragu pun kembali mengulang tanya yang sama: apakah keputusan kami ini tepat adanya.

Untuk menguatkan hati, kami ingat bahwa kamu pun sebetulnya kuat dan mengerti dinamika kehidupan santri. Kamu sudah melewati enam bulan pertama dengan lancar.

Meski begitu, perpisahan adalah sebuah keniscayaan yang harus dihadapi dan dilalui. Ia akan terus datang, oleh karenanya kita harus selalu siap.

Sudah terbayang suasana sepi di rumah. Kami akan berdua saja menjelang hari tanpa tawa dan rajukanmu yang khas.

Nak… semangat ya. Ayah dan ibu akan menguatkan hati supaya kamu bisa tenang dan nyaman belajar. Aamiin….

(Jayakarta, 1 Februari 2023, 17:20 WIB)


30 Januari 2023

Menghantarkanmu Itu Ibarat Teriris Sembilu...



Tiap kali menjelang perjalanan dalam rangka menghantarkanmu tiap kali pula benak ini dipenuhi tanya: apakah keputusan ini sudah benar.

Ragu datang ketika kami berdua di rumah, beraktivitas seperti biasa sementara kamu di sana melewati hari sendiri dengan beragam dinamika.

Meski kami telah pasrah dan yakin kamu baik² saja, tetap ketika sepi merayapi hati benteng keyakinan dan kepasrahan itu goyah pada satu bagian bernama rindu.

"Keyakinanmu harus terus teroptimasi. Jangan biarkan ragu merasuk kalbu. Biarkan ia berproses menjadi pribadi yang kuat dan utuh," demikian kata selarik suara halus di sudut hati, yang kadang kami ikuti kadang kami ingkari.

Ia memang ngangeni dari banyak sisi. Ia perlu hadir di sini agar kami tenang. Tapi ia juga butuh belajar.

(Bangun Karta, 30 Januari 2023, 16:00 WIB)




20 Agustus 2022

Kamu Sudah Jadi Santri Sekarang, Nak…



Di rumah, sebagian besar hal-hal kecilmu kami bantu urusi. Kamu tak pernah mengenal kata antre untuk sekadar, misalnya, membersihkan tubuh, membuang hajat, atau berwudhu.

Di rumah, kamu selalu dapat dispensasi atas banyak kewajiban-kewajiban akademikmu. Tak ada “time table” yang berujung pada “sanksi” bila salah satu agendanya tak kamu penuhi.

Kini, duniamu berubah seratus delapan puluh derajat. Ada banyak jadwal kegiatan yang harus kamu jalani. Ada banyak kewajiban dan sanksi yang menanti sekiranya kamu lalai dan alpa.

Kamu pernah mengeluh lelah karena banyak hal yang harus dihafal. Percayalah, nak, yang kamu hafal itulah yang akan menjadi bekal dalam hidupmu kelak.

Kamu akan bertemu dan bergaul dengan banyak teman baru, banyak karakter baru, banyak kebiasaan-kebiasaan baru yang tentu saja berbeda dengan karakter dan kebiasaanmu. Jalani dan hadapi semuanya dengan ikhlas. Banyak-banyaklah bertenggang-rasa.

Kamu akan menghadapi dan menjalani semuanya sendiri. Kamu akan belajar tentang tanggung jawab, tentang hal-hal yang akan datang karena kata dan lakumu.

Kami tak ada bukan karena tak peduli. Kami tak di sisimu bukan karena tak mau tahu. Kami ada di kejauhan memastikan kamu berkecukupan. Juga karena kami percaya padamu. Kamu kuat dan mampu, karena kamu seorang santri sekarang.

(Bangun Karta, 20 Agustus 2022, 09:30 WIB)